Kamis, 01 Oktober 2026

SISMA Expo Edu Fair : Membuka Jendela Masa Depan bagi Siswa SMAN 7 Denpasar

 

Expo Edu Fair: Membuka Jendela Masa Depan bagi Siswa SMAN 7 Denpasar

SISMA Expo Edu Fair bukan sekadar kegiatan untuk mengenal berbagai perguruan tinggi dan pilihan pendidikan. Bagi anak-anak SISMA, kegiatan ini menjadi jembatan untuk mengenali potensi diri, memperluas wawasan, dan mulai merancang masa depan.

Di tengah banyaknya pilihan jurusan, profesi, dan perkembangan dunia kerja, siswa membutuhkan informasi yang nyata dan beragam. Melalui Edu Fair, mereka dapat berdialog langsung, mencari informasi tentang program studi, mengenal lingkungan perguruan tinggi, serta memahami berbagai peluang pendidikan setelah lulus SMA.

Lebih dari sekadar memilih kampus, Edu Fair mengajarkan siswa untuk berani bermimpi dan mengambil keputusan berdasarkan informasi. Setiap anak memiliki minat, bakat, karakter, dan cita-cita yang berbeda. Karena itu, masa depan tidak harus seragam, yang penting adalah menemukan jalan yang sesuai dengan potensi dan tujuan masing-masing.

Bagi sekolah, SISMA Expo Edu Fair menjadi ruang untuk mempertemukan pendidikan hari ini dengan kebutuhan masa depan. Bagi guru, menjadi kesempatan untuk mendampingi siswa dalam mengenali arah perjalanan mereka. Dan bagi siswa, inilah saatnya membuka mata lebih luas:

“Cita-cita tidak cukup hanya dibayangkan. Ia harus mulai dikenali, direncanakan, diperjuangkan, dan diwujudkan.”

Semoga SISMA Expo Edu Fair menjadi langkah kecil yang menumbuhkan mimpi besar, keberanian memilih, dan semangat belajar menuju masa depan Indonesia Emas 2045.

PPKN SISMA - belajar hari ini, menyiapkan masa depan.

I Made Priyana Ginada - SISMA 1 Oktober 2026 

 

 

Rabu, 30 September 2026

Testimoni Pembelajaran PPKN XI A 8 - Persatuan : Kekuatan Bali, Kekuatan Indonesia


 

Persatuan: Kekuatan Bali, Kekuatan Indonesia

Dalam kehidupan masyarakat Bali, persatuan bukan sekadar hidup bersama, tetapi menyatukan hati, pikiran, dan tindakan melalui semangat menyama braya, gotong royong, dan ngayah. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan yang dirawat dalam harmoni.

Semangat Tri Hita Karana mengajarkan bahwa keharmonisan dengan sesama menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan yang seimbang. Dari desa adat hingga lingkungan sekolah, persatuan tumbuh ketika setiap orang mau saling menghargai, membantu, dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Bagi remaja, persatuan adalah kekuatan untuk menghadapi zaman. Berbeda pilihan, suku, budaya, dan karakter, tetapi tetap satu tujuan: membangun Indonesia. Generasi muda yang mampu bersatu, berkolaborasi, dan menghargai keberagaman hari ini adalah generasi yang sedang menyiapkan fondasi Indonesia Emas 2045.

Dari Bali kita belajar harmoni, dari persatuan kita membangun Indonesia.
Berbeda dalam warna, bersatu dalam cita-cita.

Setelah menyimak materi pembelajaran dan menelaahnya 

Silahkan berikan testimoni pembelajaran yang anda dapatkan hari ini,

dengan mengisi di kolom komentar :

Terlebih dahulu melengkapi :

1. Nama :

2. Kelas :

3. No. Absen :

Hasil testimoni :

 

 

Selasa, 29 September 2026

Testimoni Pembelajaran PPKN X 5 SMAN 7 Denpasar


Gotong Royong: Jiwa Kebersamaan dalam Kehidupan Bali

Dalam kehidupan masyarakat Bali, gotong royong bukan sekadar bekerja bersama, tetapi merupakan wujud nyata menyama braya—memandang sesama sebagai saudara. Semangat ini tumbuh dalam ngayah, banjar, dan kehidupan adat, berlandaskan nilai kebersamaan, tulus, dan saling menghormati.

Bagi pelajar, gotong royong mengajarkan bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari kemampuan sendiri. Belajar bersama, saling membantu, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab membentuk karakter yang peduli, disiplin, tangguh, dan percaya diri.

Gotong royong hari ini adalah latihan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama dan bagi bangsa.
Inilah semangat manusia Pancasila yang hidup dalam keseharian masyarakat Bali.

 Karakter Manusia Pancasila tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus dibiasakan dan dibuktikan.

Di lingkungan SMA, disiplin diri dimulai dari hal sederhana: datang tepat waktu, bertanggung jawab terhadap tugas, menaati kesepakatan, dan mampu mengatur diri tanpa harus selalu diawasi.

Sementara gotong royong tumbuh ketika kita mau peduli, membantu, menghargai perbedaan, dan bekerja bersama untuk kebaikan lingkungan.

Apa yang dibiasakan di sekolah adalah latihan untuk kehidupan yang sesungguhnya di masyarakat. Karena manusia Pancasila bukan hanya pandai berbicara tentang nilai, tetapi mampu menjadikan Pancasila sebagai karakter dalam tindakan nyata.

Disiplin pada diri, peduli pada sesama, bergotong royong untuk Indonesia.

Setelah menyimak materi pembelajaran di kelas dan menelaah hasil presentasi 

serta diskusi yang ditampilkan. Silahkan berikan testimoni pembelajaran yang anda dapatkan hari ini,

dengan mengisi di kolom komentar :

Terlebih dahulu melengkapi :

1. Nama :

2. Kelas :

3. No. Absen :

Hasil testimoni :

 

 


 

Testimoni Pembelajaran PPKN XI A7 SMAN 7 Denpasar

Karakter Manusia Pancasila tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus dibiasakan dan dibuktikan.

Di lingkungan SMA, disiplin diri dimulai dari hal sederhana: datang tepat waktu, bertanggung jawab terhadap tugas, menaati kesepakatan, dan mampu mengatur diri tanpa harus selalu diawasi.

Sementara gotong royong tumbuh ketika kita mau peduli, membantu, menghargai perbedaan, dan bekerja bersama untuk kebaikan lingkungan.

Apa yang dibiasakan di sekolah adalah latihan untuk kehidupan yang sesungguhnya di masyarakat. Karena manusia Pancasila bukan hanya pandai berbicara tentang nilai, tetapi mampu menjadikan Pancasila sebagai karakter dalam tindakan nyata.

Disiplin pada diri, peduli pada sesama, bergotong royong untuk Indonesia.

 

Setelah menyimak materi pembelajaran di kelas dan menelaah hasil presentasi 

serta diskusi yang ditampilkan. Silahkan berikan testimoni pembelajaran yang anda dapatkan hari ini,

dengan mengisi di kolom komentar :

Terlebih dahulu melengkapi :

1. Nama :

2. Kelas :

3. No. Absen :

Hasil testimoni :