Klik link dibawah ini untuk menyaksikan Testimoni
Ownership of Learning atau kepemilikan dalam belajar adalah
konsep pendidikan di mana siswa mengambil peran aktif dan tanggung jawab penuh
atas proses belajar mereka sendiri. Konsep ini didasarkan pada tiga komponen
utama yaitu suara (voice), pilihan (choice), dan tanggung jawab
(responsibility). Dengan memiliki kendali atas proses belajarnya, siswa menjadi
lebih termotivasi secara internal, berpikir kritis, serta siap menjadi
pembelajar sepanjang hayat.
Siswa yang memberikan testimoni (umpan balik/refleksi)
setelah ulangan, hal ini merupakan bagian dari metode asesmen reflektif yang
sangat bermanfaat bagi siswa itu sendiri maupun bagi guru. Mengapa siswa perlu
memberikan testimoni setelah mengikuti ulangan:
1. Melatih Kemampuan Refleksi Diri (Self-Assessment)
Sadar Proses Belajar: Siswa diajak untuk memikirkan kembali
sejauh mana mereka telah bersiap sebelum ulangan dan bagaimana mereka
menghadapi soal-soal tersebut.
Menilai Kelemahan Mandiri: Siswa bisa menuliskan secara
jujur bagian mana yang menurut mereka paling sulit (misalnya: "Saya masih
bingung di soal cerita nomor 4").
2. Memberikan Evaluasi Jujur Kepada Guru
Kandungan Soal: Testimoni siswa membantu guru
mengetahui apakah soal yang dibuat terlalu sulit, terlalu panjang, atau
bahasanya membingungkan.
Kualitas Pengajaran: Jika mayoritas siswa menulis bahwa
mereka belum paham materi bab tertentu, guru tahu bahwa materi tersebut harus
diajarkan atau diulas kembali.
3. Wadah Menyampaikan Kendala Teknis atau Mental
Faktor Non-Akademis: Melalui testimoni, siswa dapat
menyampaikan hal-hal yang memengaruhi hasil ujian mereka, seperti waktu yang
kurang, merasa gugup, atau masalah teknis (jika ujian berbasis komputer).
4. Meningkatkan Tanggung Jawab Belajar (Ownership of
Learning)
Terbuka pada Hasil: Ketika siswa aktif memberikan umpan
balik, mereka akan merasa lebih bertanggung jawab atas nilai yang nanti mereka
peroleh, bukan sekadar menerima nasib dari nilai yang diberikan guru.
5. Mempererat Komunikasi Guru dan Siswa
Pendekatan Personal: Testimoni menjadi ruang komunikasi dua
arah yang aman. Siswa yang pemalu untuk berbicara langsung di kelas bisa
menyampaikan keluh kesah atau apresiasinya lewat tulisan setelah ulangan.
I Made Priyana Ginada - PPKN SISMA