Rabu, 15 April 2026

Focus Group Discussion (FGD) Kelas X 3

Selamat berjumpa anak-anak pada pembelajaran PPKN, pada pertemuan kali ini kita akan memasuki Focus Group Discussion (FGD) silahkan anak-anak  menulis di kolom komentar dibawah ini,  memilih satu tema diatas yaitu kasus di kalangan remaja SMA yang sedang marak terjadi pada saat ini tentunya tema dan kasus tersebut ada kaitan dengan permasalahan/materi di pelajaran PPKN yang sedang kita pelajari. Lengkapi nama, kelas dan nomor absen. Tulislah dengan jujur dan sesuaikan dengan materi yang paling anda minati dan sesuai tips Focus Group Discussion (FGD) selamat bekerja & semoga sukses   

 

37 komentar:

  1. Balasan
    1. Nama: Putu Dian Krisna Keyla Nathania
      Kelas: X.3
      Nomor: 37
      Tema: Fenomena “Echo Chamber”
      karena banyak orang di sekitar saya mengalami echo chamber (ruang gema) di mana mereka hanya mempercayai atau memiliki keyakinan yang sama secara berulang-ulang. Menurut saya, fenomena ini terjadi karena algoritma media sosial yang hanya menampilkan konten yang disukai oleh pengguna. Hal ini tentunya akan membuat seseorang tidak menerima perspektif orang lain dan juga akan memicu konflik sosial.

      Hapus
  2. Nama: Nadin
    No: 25 / Kelas: X3
    Tema: Fenomena "Echo Chamber"
    Pendapat:
    Fenomena "Echo Chamber" merupakan fenomena yang menyebabkan kita hanya melihat konten sesuai dengan pandangan/persepsi kita berdasarkan konten yang kerap kita reaksi (like/comment/share).
    Menurut pendapat saya, fenomena ini cukup fatal. Karena dengan ini, kita tidak dapat melihat arti dari sebuah konten secara luas. Hanya terpaku dengan satu makna. Sehingga orang yang melihat konten tersebut akan langsung menyimpulkan suatu situasi tanpa tau kebenaran lebih lanjut.

    BalasHapus
  3. Nama: Komang Naera Adelina Pramesti
    No absen: 20
    Kelas: X.3
    Alasan kenapa saya memilih masalah "westernisasi berlebihan dan krisis identitas budaya" karena saat ini banyak sekali anak muda yang mengikuti budaya barat sampai menyimpang nilai Bhineka Tunggal Ika hingga terjadinya krisis identitas.

    Solusi dari masalah tersebut adalah kita sebagai generasi muda harus bijak menyaring budaya asing yang masuk agar tidak terjadinya krisis identitas.

    BalasHapus
  4. Nama:I gede rizky pratama
    Absen:7
    Kelas:x3
    Disini saya akan mengomentari terhadap kasus nomor 3 tentang pengaruh budaya asing terhadap kalangan sma dimasa kini.

    Menurut saya tidak semua budaya asing itu buruk,tidak ada salahnya belajar musik,fashion,dan gaya hidup budaya asing,kita harus tau mana baik dan buruknya,kita tidak boleh terlalu berlebihan dan Jangan sampai melupakan budaya bangsa kita sendiri karena kita memiliki banyak budaya yang indah dan harus dijaga.Boleh menyukai budaya luar asal harus tetap melestarikan budaya kita sendiri.

    BalasHapus
  5. Judul yg di pilih:polarisasi akibat media sosial.
    Kenapa saya memilih ini karena benar, beberapa pelajar/netizen kadang mudah percaya dengan komentar” negatif tanpa mencari tahu kebenarannya

    BalasHapus
  6. Materi : Konflik Identitas Dalam Pergaulan Global

    Alasan : Saya memilih materi ini karena sangat relate dengan kehidupan remaja pada saat ini yang di mana melalui media sosial, kita mengonsumsi nilai-nilai, tren, dan gaya hidup yang berbeda beda. Dan Tanpa identitas yang kuat, kita hanya akan menjadi peniru budaya bangsa lain, bukan menjadi kontributor yang berharga bagi dunia.
    Oleh karena itu kita harus punya pegangan yang kuat agar tidak mengalami krisis identitas atau sekadar menjadi peniru budaya bangsa lain.

    BalasHapus
  7. Nama : A.A Ade Dimas Utama Bagaskara, No : 1, Kelas : X.3, judul yang dipilih : Polarisasi Akibat Media Sosial,
    saya memilih judul ini karena saya juga kadang mempercayai begitu saja berita” yang tersebar, tapi jika saya tertarik dengan berita itu saya akan mencari informasi yang valid tentang berita yang tersebar itu, solusi yang saya berikan kita harus mencari informasi dari sumber yang terpercaya jangan cepat percaya begitu saja dari berita” yang tersebar tanpa ada penjelasan yang valid atau benar.

    BalasHapus
  8. Pande Putu Silviari Aulia Candra (35)
    1. Polarisasi Akibat Media Sosial
    Alasan saya memilih topik ini karena menarik dan pada zaman sekarang juga banyak pelajar sangat mudah terpengaruh oleh opini ( berita HOAX ) di platform yang sering digunakan seperti tiktok dan Instagram dan juga turut memberi komentar. Solusinya adalah kita harus bijak dalam menggunakan media sosial ( mengecek kebenaran opini / berita tersebut ) jangan asal percaya dan men-judge.

    BalasHapus
  9. alasan: saya memilih judul ini karena sekarang banya pelajar yang sering menggunakan media sosial, dan banya dari mereka yang mudah percaya pada informasi yang belum tentu kebenaran nya

    solusi: cek dulu kebenaran informasi nya & jangan langsung percaya dengan informasi yang beredar

    BalasHapus
  10. Nama:Ni Putu Indira Tara Diva
    Nomor Absen: 31

    Alasan saya memilih masalah "Westernisasi berlebihan & krisis identitas budaya" karena banyak anak muda mulai lebih mementingkan budaya luar daripada budaya sendiri, sehingga rasa bangga terhadap budaya lokal makin berkurang.

    Solusinya adalah kita sebagai generasi muda harus tetap melestarikan budaya bangsa dengan cara tetap menggunakan pakaian adat saat ada acara tertentu atau pada hari tertentu di Sekolah.

    BalasHapus
  11. Nama: Kadek Santhaka Karawesa
    Kelas: X3
    No: 18
    Permasalahan No: 1
    alasan saya memilih permasalahan no 1 karena menurut saya, saya banyak mendapatkan informasi hoax dari media sosial seperti tik tok, instagram, mau pun facebook, solusinya biasakan cek fakta sebelum percaya atau menyebarkan informasi itu, mencari informasi dari sumber” resmi seperti(detik.com), jangan langsung percaya dengan informasi informasi yang ada di tik tok, instagram, maupun facebook karane terkadang banyak informasi informasi yang hoax

    BalasHapus
  12. Ida Ayu Amelia Maharani Devi/14/X.3
    1.Polarisasi Akibat Media Sosial

    Alasan saya memilih materi ini karena menurut saya, banyak remaja yang gampang percaya dengan berita di media sosial tanpa mengecek kembali kebenaran dari berita tersebut
    solusinya= tidak langsung mempercayai dan menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya

    BalasHapus
  13. Komang Jecinda Keyla Anjani Putri Parsana / 19
    pelajar mudah terpengaruh oleh opini di platform seperti tik tok atau instragram tanpa mengecek kebeneran informasi
    alasan: karena saya banyak melihat orang yang berkometar buruk di medsos
    solusinya: sebaiknya orang itu mengecek dan mencari tahu kebenerannya terlebih dahulu bukan hanya mengkritik buruk dan menghujat

    BalasHapus
  14. NI Kadek Mitha Dwi Pradyastuti (22)
    alasan : supaya kita bisa belajar untuk lebih berhati hati saat melihat informasi di media sosial.

    solusi : sebaiknya orang tersebut mencari tahu apakah informasi itu benar ato tidak

    BalasHapus
  15. Ida bagus danadyaksa jelantik
    X.3
    16

    menurut saya masalah ini sangat rentan terjadi pada remaja SMA dikarenakan mereka yang mengikuti trend budaya luar di media sosial ini secara tidak langsung membuat mereka tertarik untuk mencoba, lalu timbul lah rasa ingin mencoba, sifat yang ingin terus mencoba ini menjadikan mereka menjadi sepert gaya hidup mereka sendiri

    BalasHapus
  16. I Made Agus Sudarma
    12/X3
    Saya memilih tema Konflik identitas dalam pergaulan global Pelajar yang aktif dalam komunitas internasional (game online, forum global, dll.) sering mengalami benturan nilai antara budaya lokal dan global

    Alasannya karena sekarang generasi muda di indonesia khusus nya di medsos sering memperlihatkan budaya budaya yang bukan asri indonesia, contohnya seperti Bahasa dan cara berkomunikasi pelajar yang aktif di game online terbiasa memakai bahasa Inggris dan gaya bicara yang lebih bebas. Saat kembali ke lingkungan lokal, mereka kadang dianggap “sok kebarat-baratan” atau kurang sopan karena gaya komunikasinya berbeda.
    Dan contoh lagi satu gaya berpakaian dan penampilan terpengaruh tren global (misalnya dari influencer luar negeri), pelajar ingin berpakaian lebih bebas atau mengikuti fashion tertentu. Tapi di lingkungan lokal atau sekolah hal ini bisa dianggap tidak sesuai norma.

    BalasHapus
  17. Ni Komang Ratih Maheswari/26
    Alasan Kenapa saya memilih "polarisasi akibat media sosial" karena banyak pelajar yang menggunakan media sosial dan mudah percaya pada informasi tanpa mengecek kebenarannya.

    solusi: dengan menggunakan media sosial secara lebih bijak serta berusaha memahami informasi dari berbagai sudut pandang agar tidak mudah terpengaruh.

    BalasHapus
  18. Nama:I Putu Gede Eka Surya Yasa
    Absen:13
    Alasan saya memilih “Polarisasi Akibat Media Sosial” karna sesuai/nyambung dengan saya,saya sebelum terlalu mengerti media sosial saya selalu percaya dengan informasi yg tidak pasti valid di media sosial tapi semenjak saya memplajari media sosial dikit demi sedikit saya menjadi lebih paham tentang media sosial,setiap ada berita di media sosial saya akan cari tau kebenarannya
    Solusi:cari tau kebenaranya seperti mencari di artikel atau data data yang valid,bisa di cari di web seprti google dan lain lain

    BalasHapus
  19. dari 7 permasalahan ini, saya memilih yang nomor 3.
    Alasannya adalah, jaman sekarang budaya dan produk luar itu lebih bagus dan juga bahannya itu terjamin/premium dibandingkan budaya lokal tersendiri,hal itu membuat generasi muda menjadi lebih tertarik untuk membeli produk dari luar daripada membeli produk lokal. Jika dibiarkan,lama kelamaan produk atau budaya lokal bisa hilang atau ditinggalkan.
    Solusinya : Sebagai generasi muda seharus nya kita mempelajari dan melestarikan budaya lokal terlebih dahulu. Boleh mengikuti dan mempelajari budaya luar,asalkan jangan meninggalkan budaya tersendiri.

    BalasHapus
  20. Saya memilih fenomena no 3.
    Alasan: saya memilih fenomena ini karena fenomena ini relevan dengan era globalisasi di Indonesia
    Solusi: cara mengatasi fenomena ini adalah dengan membuat produk lokal (musik, barang, dll) menjadi produk internasional dengan cara menjaga kualitas dari produk lokal agar produk lokal yang terlihat kumuh menjadi terlihat mewah yg dapat membuat produk lokal dapat bersaing dengan produk luar

    BalasHapus
  21. Ni Putu Nikita Pradnyadiary/34/X.3
    3. Westernisasi Berlebihan Dan Krisis Identitas Budaya
    alasan saya memilih materi ini karena menurut saya karena banyak pelajar yang mulai melupakan budaya lokal dan mulai membanggakan budaya asing
    solusi = memperkenalkan budaya lokal dengan cara yang lebih seru dan menarik agar banyak orang atau pelajar tertarik dengan budaya lokal, selain itu bisa juga dengan mengadakan pameran tentang budaya lokal

    BalasHapus
  22. Nama : I Komang Jovan Krisna Putra
    No :10
    Kelas : X3
    saya memilih nomer 2,alasannya karena biasanya saya membuka media sosial seperti tiktok itu banyak sekali ada berita berita palsu yang banyak orang langsung percaya tanpa mencari tau kebenarannya. awalnya dari satu orang yang membuat informasi palsu ini yg kemudian di sebar lagi oleh orang yg tidak tau kebenarannya, yang membuat pembaca menjadi bingung yang mana informasi yg benar.

    solusinya kita bisa melaporkan postingan yg berisi informasi palsu itu, dan kita harus lebih bijak dalam menerima informasi sebaiknya di cek dulu kebenarannya

    BalasHapus
  23. Putu Nyla Novalina Deswinanda/38/ X.3

    alasan saya memilih topik ini : karena menurut saya topik ini sangat menarik untuk di bahas apalagi pada zaman modernisasi dan globalisasi seperti sekarang ini, pada zaman sekarang ini generasi muda lebih banyak menggunakan media sosial jadi terkadang banyak remaja jaman sekrng sangat mudah terpengaruh oleh media sosial terutama aplikasi yang paling banyak di gunakan remaja pada zaman sekarang yaitu tiktok.
    solusi dari saya sebagai generasi muda yang hidup di era globalisasi dan modernisasi adalah kita harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial, dan kita juga dapat menyaring informasi yang tersebar di media sosial dngn tidak ikut'an berkomentar negatif untuk mengurangi konflik sehingga kita dapat menjadi generasi muda yang bijak dalam bermedia sosial

    BalasHapus
  24. Ni Nyoman Ayu Devika Sinta Adena/30/X.3

    “Polarisasi akibat media sosial” yang dimana pelajar mudah terpengaruh oleh opini di suatu platform tanpa mengecek kebenaran. Menurut Saya, Polarisasi akibat media sosial terjadi ketika pelajar mudah terpengaruh opini di platform TikTok atau Instagram tanpa mengecek kebenaran, sehingga muncul perbedaan pandangan yang saling bertentangan. Hal ini diperparah karena banyak konten yang belum tentu fakta. Solusinya adalah bersikap kritis, tidak mudah terprovokasi, selalu cek fakta, dan saling menghargai pendapat orang lain.

    BalasHapus
  25. I Gede Darrell Rafa Varadana Arsa/06/X.3
    Saya memilih tema nomor 1. Polarisasi Akibat Media Sosial

    Alasan saya memilih tema ini adalah karena teman² saya rata - rata menerima informasi mentah - mentah tanpa tahu informasi tersebut benar atau salah.

    Solusinya : dengan melakukan double check atau dua kali pengecekan informasi tersebut di sumber² yang terpercaya sebelum menyebarkan informasi tersebut atau langsung mempercayai informasi tersebut dengan mentah - mentah.

    BalasHapus
  26. Nama : Ni Putu Keisyantini Kharisma
    Kelas : X3/32
    Topik : Westernisasi berlebihan dan krisis identitas budaya

    Westernisasi merupakan sebuah fenomena dimana hal ini bukan hanya sekedar “suka budaya luar” namun sudah masuk ke tahap kehilangan rasa memiliki terhadap budaya sebagai indentitas kita sendiri, atau yang sering disebut “krisis identitas.” Yang mengkhawatirkan adalah anak muda sering kali mengonsumsi budaya luar tanpa filter, sehingga nilai negatif sering Kali terbawa. akibatnya Budaya lokal kian tergerus dan budaya lokal tidak hanya dilupakan, tetapi juga dianggap tidak relevan.

    BalasHapus
  27. Nama: Ida Bagus Raditya Putra Mahotama
    Absen: 17
    Kelas: X.3
    Alasan: Saya memilih nomor 3 karena banyak pelajar lebih mengikuti budaya luar daripada budaya sendiri, sehingga bisa mengurangi rasa bangga terhadap identitas budaya.

    Solusi: menurut saya solusinya itu kita harus meningkatkan kualitas brand lokal, menjaga harga agar tetap terjangkau, menjaga kualitas brand agar tidak menurun dan menjaga nama baik brand

    BalasHapus
  28. Nama : Bagus Putu Raditya Damayuda
    Absen : 02
    Kelas : X.3
    Saya memilih nomor 3 karena menurut saya masalah ini sangat sering dijumpai dari dulu sampai sekarang dan saya sendiri juga suka dengan musik dan fashion dari luar negeri.
    Menurut saya untuk solusinya adalah kita meningkatkan kualitas brand lokal tetapi dengan harga yang tetap terjangkau dan kualitasnya tidak berubah ubah atau konsisten agar brand lokal kita bisa kita support dan mungkin bisa saja negara luar tertarik juga dengan budaya fashion kita seperti batik yang sudah mulai disukai oleh budaya asing dan batik juga sudah dikenal bahwa Indonesia yang punya

    BalasHapus
  29. Ni Komang Vivi Arta Nugraha Putri/27/X.3 Saya Memilih Tema No 1. Polarisasi Akibat Media Sosial

    Alasan saya memilih tema nomor 1 karena hal ini terjadi di kehidupan gen z sehari-hari. kita sebagai gen z selalu menggunakan media sosial, tapi terkadang suka langsung percaya sama informasi yang muncul tanpa memastikan dulu kebenarannya. Hal ini bisa bikin kita mudah terpengaruh dan ikut-ikutan pendapat orang lain.
    Akibatnya perbedaan pendapat pun bisa berubah menjadi perdebatan atau bahkan konflik dengan teman sendiri. Selain itu, kita juga menjadi kurang terbiasa menerima pendapat yang berbeda. Solusinya kita harus lebih hati-hati dan bijak saat menggunakan atau menerima informasi di media sosial, jangan langsung percaya sebelum dicek kebenarannya. Kalau terjadinya perbedaan pendapat, sebaiknya dibicarakan dengan tidak saling menyerang di kolom komentar sosmed. Kita juga perlu belajar untuk tidak gampang terpancing oleh komentar atau konten yang belum tentu benar isunya. Selain itu, kita juga harus mengikuti akun yang memberikan informasi positif dan bermanfaat, bukan malah mengikuti akun yang menyebarkan info” hoax/ belum tentu valid.

    BalasHapus
  30. Davina Mentari Paramitha/04/X.3

    alasan saya pilih tema nomor 1 (Polarisasi akibat media sosial)

    Saya pilih tema ini karena menurut saya ini paling dekat sama kehidupan kita sehari-hari. Hampir semua pelajar sekarang pasti pakai media sosial kayak TikTok, Instagram, twitter atau medsos yg lain. Tapi masalahnya, banyak dari kita yang kadang langsung percaya sama info yang kita lihat, tanpa ngecek dulu itu bener atau nggak. Nah disana biasanya mulai muncul perbedaan pendapat. Ada yang setuju, ada yang nggak setuju, terus malah jadi debat di kolom komentar. Kadang debatnya juga gak sehat, bisa saling ngehina atau nyindir. Hal kayak gini bisa bikin hubungan antar teman jadi canggung.

    Solusi:
    aku ngasi beberapa solusi yang pertama jangan langsung percaya sama semua info yang kita liat di medsos, jangan gampang kebawa emosi, harus belajar buat terima pendapat orang lain, yang terakhir jangan lupa pikir dulu kalo mau komen atau share sesuatu di medsos

    BalasHapus
  31. Nama: Ni Putu Maryani Kurniadewi
    Kelas:X3
    No: 33
    Topik: Polarisasi Akibat Media Sosial

    Alasan saya memilih tema ini akibat media sosial adalah karena masalah ini sering terjadi di kalangan pelajar dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Banyak pelajar mudah terpengaruh oleh informasi di media sosial tanpa mengecek kebenarannya, sehingga dapat menimbulkan kesalahpahaman dan konflik.
    Solusinya adalah dengan mengecek kebenaran informasi sebelum membagikannya, berpikir lebih kritis, menggunakan media sosial dengan bijak, dan tetap menghargai perbedaan pendapat.

    BalasHapus
  32. saya memilih no 2 karena berpikir kristis adalah pondasi utama agar para pelajar dapat menyaring berita yang beredar di media sosial, sehingga dapat menghindari berita hoaks yang sering beredar di media sosial.
    solusinya = meningkatkan kemampuan literasi digital dengan cara lebih sering membaca berita terlebih dahulu agar mengetahui berita tersebut terverifikasi kebenarannya.

    BalasHapus
  33. NAMA:IDA BAGUS ABINANDA WIBAWA
    NO:15

    alasan saya memilih no 7 karena sekarang kita memang gampang terhubung sama orang dari berbagai negara lewat internet, tapi kenyataannya ngobrol atau interaksi yang benar-benar dalam tentang budaya itu masih kurang. Jadinya banyak orang cuma tahu sedikit tentang budaya lain, bahkan kadang salah paham.

    solusinya: Belajar tentang budaya di sekolah
    Supaya kita ngerti dan bisa saling menghargai perbedaan.

    BalasHapus
  34. Nama: Made Kishan Nanda Wilaksana
    Nomor: 21
    Kelas: X.3
    Topik: Aktivisme digital yang dangkal ("Slacktivism")

    Saya memilih tema ini karena masih banyaknya pelajar yang merasa sudah jadi "pahlawan lingkungan" Walau hanya dengan memosting Poster Digital atau tagar di Instagram tentang jangan buang sampah sembarangan. Namun, pada aslinya tidak ada aksi nyata, namun hanyalah aksi digital. Seperti yang banyak dibilang, aksi tidak semudah kata kata, namun masih banyak yang melakukannya hanya agar terlihat peduli. Solusi: harus selalu siap untuk melaksanakan apa yang sudah kita ucapkan.

    BalasHapus
  35. Nama: Made Kishan Nanda Wilaksana
    Nomor: 21
    Kelas: X.3
    Topik: Aktivisme digital yang dangkal ("Slacktivism")

    Saya memilih tema ini karena masih banyaknya pelajar yang merasa sudah jadi "pahlawan lingkungan" Walau hanya dengan memosting Poster Digital atau tagar di Instagram tentang jangan buang sampah sembarangan. Namun, pada aslinya tidak ada aksi nyata, namun hanyalah aksi digital. Seperti yang banyak dibilang, aksi tidak semudah kata kata, namun masih banyak yang melakukannya hanya agar terlihat peduli. Solusi: harus selalu siap untuk melaksanakan apa yang sudah kita ucapkan.

    BalasHapus