Selasa, 07 April 2026

Focus Group Discussion (FGD) Kelas X 5


Selamat berjumpa anak-anak pada pembelajaran PPKN, pada pertemuan kali ini kita akan memasuki Focus Group Discussion (FGD) silahkan anak-anak  menulis di kolom komentar dibawah ini,  memilih satu tema diatas yaitu kasus di kalangan remaja SMA yang sedang marak terjadi pada saat ini tentunya tema dan kasus tersebut ada kaitan dengan permasalahan/materi di pelajaran PPKN yang sedang kita pelajari. Lengkapi nama, kelas dan nomor absen. Tulislah dengan jujur dan sesuaikan dengan materi yang paling anda minati dan sesuai tips Focus Group Discussion (FGD) selamat bekerja & semoga sukses  

23 komentar:

  1. Ni Komang Arik Pebrianti
    29
    X5
    Polarisasi Akibat Media Sosial itu benar adanya, dan termasuk masalah yang sangat marak di kehidupan sekarang, disebutkan bahwa pelajar mudah terpengaruh oleh opini di platform media sosial tanpa mengecek kebenaran dari informasi tersebut, hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya penyebaran rumor hoax atau isu isu yang tidak benar di media sosial, selain itu banyak juga pelajar yang terpengaruh oleh opini opini buruk di platform media sosial yang bahkan bisa membuat mereka ikut ber opini buruk dan lama kelamaan akan masuk ke kategori cyber bullying padahal hal tersebut belum jelas kebenarannya.

    BalasHapus
  2. Nama: Putu Sekar Maha Laksmi
    Absen: 39
    Kelas: X5

    Menurut pandangan saya pribadi, saya tertarik dengan isu “Polarisasi Akibat Media Sosial.”

    BalasHapus
  3. Nama: Ni Putu Nissa Octadewi
    No: 31
    Kelas: X5

    Saya memilih isu “Polarisasi Akibat Media Digital”

    BalasHapus
  4. Nama: Kadek Amanda Prabaswari
    No:24
    Kelas:X.5

    Pilihan saya adalah “Polarisasi Akibat Media Sosial”
    Alasan saya memilih fenomena tersebut karena saya merasa fenomena tersebut cukup relate di lingkungan sekitar saya.

    BalasHapus
  5. Ni Putu Savitri Ananta Putri (32) x. 5, kurangnya kemampuan berpikir kritis karena jaman sekarang banyak orang yg gampang tertipu dengan berita yang belum tentu itu benar terjadi atau hoax karna kurangnya literasi

    BalasHapus
  6. Ida Ayu Putu Eka Chandra Dewi 21/X.5

    Pada kasus pertama yaitu "Polarisasi Akibat Media Sosial" merupakan salah satu kasus yang ada di remaja zaman sekarang. Banyak sekali anak muda yang melihat informasi/berita tidak mengecek ulang kembali berita tersebut, ia hanya membaca lalu menyebarkannya. Menurut saya hal tersebut sangat tidak di anjurkan, karena bisa saja berita tersebut salah dan bisa membuat kontra. Bisa saja berita tersebut juga memunculkan keributan antara ras dengan ras. Seharusnya remaja zaman sekarang bisa berpikir secara kritis, tidak hanya langsung mengecap berita itu benar. Selain itu kita juga harus memilah milah informasi, mana yang benar dan salah, agar tidak terjadi keributan di sosial media maupun di kehidupan aslinya.

    BalasHapus
  7. Nama : Ni Kadek Anindita Maheswari
    Kelas : X.5
    No : 25

    Menurut Saya, Fenomena "echo chamber" (ruang gema digital) memang sedang maraknya terjadi. adanya media sosial yang terikat dengan algoritma, yang dapat menimbulkan perbedaan sudut pandang pengguna. hal ini dapat menggiring opini negatif tanpa tau faktanya, karena pengguna hanya memandang sebelah saja dan berkomentar hal hal yang menyudutkan. maka dari itu bijaklah dalam menggunakan media sosial, mencari tau hal hal yang positif, dan lebih disarankan untuk mencari tau fakta/mendukung.

    BalasHapus
  8. saya memilih nomor 3, karena peristiwa westernisasi benar-benar terjadi di indonesia. semakin berkembangnya zaman lama kelamaan gaya di indonesia berubah mengikuti gaya orang barat, mulai dari musik, cara berpakain, dan juga gaya hidup. banyak sekali anak-anak muda yang bangga mengikuti gaya tersebut tanpa sadar tindakan mereka bisa menghilangkan kebudayaan di indonesia. kebudayaan di indonesia itu lebih indah dan beragam sebenarnya, tetapi karna pengaruh dari luar banyak orang-orang yang tidak melestarikan kebudayaan di indonesia seperti, tari tradisional, musik tradisional, pakaian, maupun gaya hidup. cara mengatasi masalah ini yaitu dengan mengikuti kebudayaan kita kembali dan melestarikan kebudayaan kita dengan cara memberi tahu orang asing tentang budaya kita agar kebudayaan yang dimiliki indonesia meluas ke berbagai penjuru dunia.

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Nama : I Made Dwi Bakti Candradinata
    Kls:X5
    No:14

    Saya tertarik tentang westernisasi berlebihan dan krisis identitas budaya karena hal ini dapat memengaruhi cara berpikir dan gaya hidup generasi muda. Banyak orang mulai meniru budaya Barat tanpa menyaring nilai-nilai yang sesuai dengan budaya sendiri

    alasannya kenapaa seperti itu karena Pengaruh media dan teknologi
    Film, musik, dan media sosial dari Barat sangat mudah diakses, sehingga banyak orang meniru gaya hidup tersebut.

    BalasHapus
  11. Nama: Ni Kadek Rabia Surya Artha
    No: 28
    Kelas: X5

    Saya memilih nomor 6.
    Aktivisme digital yang dangkal (slacktivism) merupakan salah satu masalah di kalangan pelajar saat ini. Banyak sisa yang terlihat peduli terhadap ibu sosial, tetapi sebenarnya hanya sebatas ikut tren di media sosial (repost atau ikut challenge) tanpa benar-benar memahami isi dari masalah tersebut. Hal ini membuat kepedulian tersebut terasa kurang tulus.

    BalasHapus
  12. Desy Anggara Ulandari
    X.5
    6
    Saya memilih tema bullying di kalangan remaja SMA karena masalah ini masih sering terjadi di lingkungan sekitar dan media sosial. Bullying sangat merugikan korban, baik secara fisik maupun mental.
    bullying bukan hal sepele karena bisa berdampak besar pada mental dan kepercayaan diri seseorang. Selain itu, tema ini juga berhubungan dengan pelajaran PPKN tentang pentingnya saling menghargai dan menghormati sesama.

    BalasHapus
  13. Nama: I Gusti Ayu Agung Aura Melody Diras
    kls: X.5
    no:10
    komentar saya tentang materi no 3, yaitu Westernisasi berlebihan dan krisis identitas budaya, menurut saya tentang materi ini adalah, kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia yang membuat sebagian pelajar di Indonesia lebih bangga dengan kebudayaan asing dari pada budaya kita sendiri, dari permasalahan ini pendapat saya ada kita boleh mengikuti atau memberi apresiasi kepada budaya asing namun, tidak mengabaikan budaya sendiri, seperti kita harus lebih memilih kebudayaan kita sendiri dari pada lebih membanggakan budaya asing, yang dimana sama saja bagusnya dengan budaya asing. Jadi kita harus bisa menyaring masuknya kebudayaan asing ke Indonesia.

    BalasHapus
  14. Ni Kadek Ayu Chintya Laksmi Dewi/X5/27
    Kurangnya kemampuan berpikir kritis terhadap isu keberagaman.Banyak pelajar yang menerima berita hoaks tanpa analisis terlebih dahulu berita tersebut.Masalah tersebut terjadi karena pelajar kurang nya literasi dan memastikan kebenaran dari berita tersebut.Masalah tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman.

    BalasHapus
  15. Nama : Ayu Dyah Gangga Dewi
    No: 3
    Kelas : X5
    2. Kurangnya kemampuan berpikir kritis terhadap isu keberagaman

    Menurut saya, masalah ini masih marak terjadi di zaman teknologi ini ditambah dengan keberadaan AI yang mempermudah pelajar untuk mengerjakan tugas mereka hal itu menyebabkan meraka menjadi terbiasa menggunakan jawaban dari AI tanpa memodifikasinya kembali sebabnya tumbuh rasa malas untuk berpikir kritis didalam pikiran para pelajar

    BalasHapus
  16. Bening Tirtayani/ X.5/ absen 5
    Saya memililih "Konflik identitas dalam pergaulan global". Era globalisasi dan teknologi yang maju memudahkan opini2 maupun paham luar tersebar, sehingga dapat mempengaruhi cara kita memandang budaya kita sendiri

    BalasHapus
  17. Nama : Ni Putu Yunda Meiliani
    No Absen : 33
    Kelas : X.5
    Poin 1 : Polarisasi Akibat Media Sosial
    Menurut Saya
    Contoh:
    Dikalangan anak remaja zaman sekarang kejadian seperti ini sering terjadi dikarenakan banyak nya berita viral yang menyebar di media sosial seperti tiktok dan instagram langsung mengundang banyak komentar buruk yang membuat berita tersebut semakin viral tapi dengan isu isu yang buruk dan tanpa kita tau kebenarannya dengan satu komentar opini yang buruk membuat banyak orang percaya tanpa mencari tau kebenerannya dan langsung menjatuhkan orang orang yang bersangkutan dengan itu banyak sekali yang terpengaruh dengan opini opini tersebut dan dapat memunculkan hoax

    Cara menanganinya :
    Dengan mencari tau kebenarannya terlebih dahulu agar tidak menjatuhkan pihak yang bersangkutan dan tidak menimbulkan hoax dan isu isu yang burukk

    BalasHapus
  18. Nama I Putu Ari sastra wiguna
    No :17
    Kelas :X.5
    Alasan saya tertarik tentang westernisasi, kemudian banyak anak anak muda memilih budaya luar negeri ,seperti musik,dan gaya hidup,dibandingkan budaya sendiri,padahal budaya sendiri itu bagian penting dari jadi diri dan nilai Bhinneka Tunggal Ika.,cara penanganan buat anak anak muda :1.,membutuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri
    2.,belajar dan melestarikan budaya lokal
    3.,memilah pengaruh budaya luar

    BalasHapus
  19. NAMA:Ni Kadek Anita Puspawati
    NO:26
    KELAS:X5
    Saya memilih masalah Polarisasi Akibat Media Sosial karena saya melihat banyak masyarakat yang mudah terpengaruh dari beberapa aplikasi seperti tiktok, instagram dan lainnya. Karena banyaknya kasus yang tidak pasti dari AI yang membuat kita terkecoh dan bisa saja menyebabkan kekacauan seperti saling menjelekkan antar saudara. Karena itu kita harus tetap bijak dalam hal apapun khususnya pada saat menggunakan sosial media pada era sekarang misalnya dengan cara mencari kebenaran terlebih dahulu dan tidak asal berkomentar.

    BalasHapus
  20. Nama : I Putu Perdana Arimbawa
    No. : 19
    Kelas : X-5

    Saya tertarik tentang westernisasi berlebihan dan krisis identitas budaya karena banyak budaya asing masuk ke dalam negeri dan mulai menggantikan budaya lokal di Indonesia, menyebabkan beberapa budaya lokal mulai di tinggalkan. Cara penanganannya adalah mulai mempelajari budaya lokal, contohnya dari bali yaitu tari Rejang/Tari legong widya candika jiwa. Atau alat musik dari bali seperti gender wayang dan rindik

    BalasHapus
  21. Nama : Ni Wayan Arumi Yasmin
    No : 34
    Kelas : X.5

    1. Polarisasi Akibat Media Sosial
    Menurut saya memang nyata terjadi di kalangan pelajar. Hal ini bisa disebabkan karena banyak pelajar yang mudah terpengaruh oleh berita yang beredar di media sosial tanpa mencari kebenarannya terlebih dahulu. Akibatnya, informasi yang belum tentu benar atau yang sering disebut hoaks bisa dianggap fakta oleh sebagian orang, dari sini muncullah perbedaan pandangan yang berujung kepada konflik. Padahal sebagai pelajar kita sebaiknya menjunjung tinggi nilai persatuan, namun dengan adanya pengaruh negatif di media sosial, rasa persatuan tersebut justru bisa melemah. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih bijak dalam menyikapi setiap informasi yang kita terima.

    BalasHapus
  22. Putu Bintang Aritanaya Putri
    36
    X.5

    Westernisasi berlebihan dan krisis identitas budaya.

    Saya memilih topik ini karena menurut saya benar sekali, anak muda zaman sekarang lebih tertarik dengan budaya western agar terlihat lebih modern dan keren. Kenapa saya mengakatan keren karena pertama, Musik Luar lebih banyak di dengar anak muda di aplikasi musik dibandingkan dengan musik tradisional, instrumental yang mereka gunakan berdeba, kalau musik luar mereka sudah menggunakan teknologi seperti, keyboard, Keyboard pad dan lain lainnya, Lirik nya juga relate dengan perasaan mereka, sementara Musik tradisional masih menggunakan alat musik tradisional dan bagi mereka itu terdengar kuno. kedua ada Fashion, Fashion Luar lebih terlihat terbuka dan sesuai dengan zaman sekarang, sementara Fashion Tradisional di gunakan saat acara penting saja. Mereka juga mengikuti gaya hidup dan tren dari luar. Saya juga sama seperti anak muda lainnya, tetapi saya mencoba untuk menghargai Keduanya dan tetap mencintai budaya Lokal.

    BalasHapus
  23. Nama: I Nyoman Galang Raditya Pratama Putra
    Nomor:16
    Kelas: X5
    2. Kurangnya kemampuan berpikir kritis terhadap isu keberagaman

    Menurut pengalaman saya, masalah ini masih sering terjadi di kalangan anak anak muda jaman sekarang, mereka selalu menggunakan teknologi berupa AI dalam pengerjaan tugas, mereka memberikan tugas mereka lalu menjiplak langsung ke tugas mereka tanpa melakukan analisis atau crosscheck, terkadang ada beberapa dari mereka yang mendapat nilai yang kurang memuaskan karena mendapatkan jawaban dari tekniligi tersebut. Menurut saya penggunaan teknologi AI yang benar adalah memodifikasi dan melakukan analisis ulang terhadap jawaban yang diberikan dan menjadikan AI sebagai alat yang bisa membuat kita terinspirasi sampai kita bisa menciptakan inovasi inovasi yang berguna untuk negara ini atau setidak nya berguna untuk orang orang sekitar

    BalasHapus